Pengenalan OOP
Sumber : www.mideis.com
OOP itu kepanjangan dari Object Oriented Programming, merupakan terobosan baru dalam pemrograman setelah pemrograman prosedural, pemrograman modular dan pemrograman abstraksi data. Ada tiga konsep utama yang ada di OOP.
Dari tiga konsep di atas, berikut adalah beberapa kelebihan OOP yaitu: Pendekatan
berorientasi masalah, segala sesuatu masalah bisa dimodelkan dengan objek
diperbaiki di blok kode tersebut.
Berikut penjelasan 3 Konsep Utama dalam OOP :
Enkapsulasi atau pengkapsulan pada intinya adalah kita gak perlu tau apa sih yang ada
dalam objek itu (class), yang kita butuhkan adalah apa kegunaan, bagaimana cara
memakainya dan apa yang akan terjadi. Ilustrasinya adalah motor. Gimana cara ngidupin
motor? masukin kunci, tekan tombol starter dan gas atau kalo gak ada dienkol aja.
Mudah bukan? Kita gak perlu tahu apa sih yang terjadi sebenarnya pas kita mencet
starter atau engkol, taunya motor idup trus bisa dijalankan. Ilustrasi lainnya adalah
remote control tanpa kabel pada mobil-mobilan. Kalian kan gak perduli kerja remote
control itu yang sebenarnya, yang penting begitu dihidupin dan dan stiknya digerakin
ke atas dia bakal maju. Begitu digerakin ke kanan, dia bakal belok, dst.
Contoh terakhir adalah jam tangan. Ini juga penjelasan yang paling mudah dipahami.
Taukan fungsi jam? betul, buat nunjukin waktu. Pas beli jam tangan kita hanya memilih
tampilan dan kualitas yang bagus, itu yang terpenting. Masa bodo dengan cara mesin
rangkaian digital yang bekerja di dalam jam itu.
Gimana ngertikan konsep enkapsulasi? intinya kita hanya perlu tau apa kegunaannya,
gimana cara memakainya dan hasilnya apa.
Yang ini intinya adalah mengembangkan class yang sudah ada. Jadi kita gak perlu
ngebentuk dari awal lagi, class yang sudah ada bisa dimodifikasi dan/atau ditambah
fungsinya sesuai dengan kebutuhan. Ada yang bisa ditambah ada yang dimodifikasi.
Sekarang ilustrasi yang ditambah dulu yach… Contohnya sama dengan enkapsulasi, dulu
mobil remote kontrol tanpa kabel hanya ada satu tombol. bila dipencet mobilnya akan
maju, dan kalo gak dipencet mobilnya muter-muter terus searah jarum jam. Sekarang
bisa bergerak sesuai keinginan kita.
Contoh lain adalah tentang jam tangan. Dulu fungsi jam tangan hanya sebagai penunjuk
waktu saja, tapi sekarang fungsinya sudah nambah, dari yang bisa nampilin tanggal
sampe kalender.
Sekarang contoh yang dimodifikasi. Jika dulu perseneling mobil hanya manual sekarang
sudah ada yang otomatis.
Jadi, dengan inheriten semua perubahan itu gak ngerubah bulat-bulat objek yang ada,
tetapi hanya menambah dan memodifikasi dengan mempertahankan objek (class) awalnya.
Ini adalah inti dari OOP. Nilai yang gua berikan 50 untuk polimorpisme, 30 inheriten
dan 20 enkapsulasi. Sebab dengan satu baris perintah kita bisa menggunakannya untuk
berbagai keperluan, fungsi itu akan menyesuaikan sendiri ke pemanggilnya.
Ilustrasinya adalah tombol play. Dimana-mana tombol play fungsinya sama, untuk
menjalankan. Coba liat, padahal kan beda cara kerja tombol play di vcd dan radio.
Bagaimana? gak ngerti? Gua gak nyalahin kok, gua aja konsep terakhir ini yang paling
bingung. Ngeliat diberbagai referensi pun gak ada yang ngasih contoh yang mudah
dipahami. Hanya itu contoh klasik yang rada nyambung
. Nanti bakal ngerti sendiri
kok kalo udah paham dua konsep sebelumnya. Inti Polimorpisme adalah objek yang kita
gunakan ini bisa berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi. Jadi kita gak perlu
nulisin kode program panjang-panjang.


