Pengenalan OOP

Posted on Oktober 14, 2008. Filed under: 1 |

Sumber : www.mideis.com
OOP itu kepanjangan dari Object Oriented Programming, merupakan terobosan baru dalam pemrograman setelah pemrograman prosedural, pemrograman modular dan pemrograman abstraksi data. Ada tiga konsep utama yang ada di OOP.

  • Encapsulation (penyembunyian informasi melaui private dan protected)
  • Inheritance (suatu kelas berasal dari turunan pertama atau lebih kelas lainnya)
  • Polymorphism (kemampuan objek berubah menjadi objek yang lain)
  • Dari tiga konsep di atas, berikut adalah beberapa kelebihan OOP yaitu: Pendekatan

    berorientasi masalah, segala sesuatu masalah bisa dimodelkan dengan objek

  • Penyembunyian informasi, hanya variabel-variabel tertentu saja yang bisa diakses sesuai dengan haknya
  • Reusability dan Ekstensibility, kode yang sudah ada bisa digunakan ulang, dan kemudahan dalam pengembangan kode
  • Meningkatkan maintenability, kesalahan atau kekurangan pada kode dapat langsung
    diperbaiki di blok kode tersebut.
  • Berikut penjelasan 3 Konsep Utama dalam OOP :

  • Enkapsulasi
  • Enkapsulasi atau pengkapsulan pada intinya adalah kita gak perlu tau apa sih yang ada

    dalam objek itu (class), yang kita butuhkan adalah apa kegunaan, bagaimana cara

    memakainya dan apa yang akan terjadi. Ilustrasinya adalah motor. Gimana cara ngidupin

    motor? masukin kunci, tekan tombol starter dan gas atau kalo gak ada dienkol aja.

    Mudah bukan? Kita gak perlu tahu apa sih yang terjadi sebenarnya pas kita mencet

    starter atau engkol, taunya motor idup trus bisa dijalankan. Ilustrasi lainnya adalah

    remote control tanpa kabel pada mobil-mobilan. Kalian kan gak perduli kerja remote

    control itu yang sebenarnya, yang penting begitu dihidupin dan dan stiknya digerakin

    ke atas dia bakal maju. Begitu digerakin ke kanan, dia bakal belok, dst.

    Contoh terakhir adalah jam tangan. Ini juga penjelasan yang paling mudah dipahami.

    Taukan fungsi jam? betul, buat nunjukin waktu. Pas beli jam tangan kita hanya memilih

    tampilan dan kualitas yang bagus, itu yang terpenting. Masa bodo dengan cara mesin

    rangkaian digital yang bekerja di dalam jam itu.

    Gimana ngertikan konsep enkapsulasi? intinya kita hanya perlu tau apa kegunaannya,

    gimana cara memakainya dan hasilnya apa.

  • Enheriten
  • Yang ini intinya adalah mengembangkan class yang sudah ada. Jadi kita gak perlu

    ngebentuk dari awal lagi, class yang sudah ada bisa dimodifikasi dan/atau ditambah

    fungsinya sesuai dengan kebutuhan. Ada yang bisa ditambah ada yang dimodifikasi.

    Sekarang ilustrasi yang ditambah dulu yach… Contohnya sama dengan enkapsulasi, dulu

    mobil remote kontrol tanpa kabel hanya ada satu tombol. bila dipencet mobilnya akan

    maju, dan kalo gak dipencet mobilnya muter-muter terus searah jarum jam. Sekarang

    bisa bergerak sesuai keinginan kita.

    Contoh lain adalah tentang jam tangan. Dulu fungsi jam tangan hanya sebagai penunjuk

    waktu saja, tapi sekarang fungsinya sudah nambah, dari yang bisa nampilin tanggal

    sampe kalender.

    Sekarang contoh yang dimodifikasi. Jika dulu perseneling mobil hanya manual sekarang

    sudah ada yang otomatis.

    Jadi, dengan inheriten semua perubahan itu gak ngerubah bulat-bulat objek yang ada,

    tetapi hanya menambah dan memodifikasi dengan mempertahankan objek (class) awalnya.

  • Polimorpisme
  • Ini adalah inti dari OOP. Nilai yang gua berikan 50 untuk polimorpisme, 30 inheriten

    dan 20 enkapsulasi. Sebab dengan satu baris perintah kita bisa menggunakannya untuk

    berbagai keperluan, fungsi itu akan menyesuaikan sendiri ke pemanggilnya.

    Ilustrasinya adalah tombol play. Dimana-mana tombol play fungsinya sama, untuk

    menjalankan. Coba liat, padahal kan beda cara kerja tombol play di vcd dan radio.

    Bagaimana? gak ngerti? Gua gak nyalahin kok, gua aja konsep terakhir ini yang paling

    bingung. Ngeliat diberbagai referensi pun gak ada yang ngasih contoh yang mudah

    dipahami. Hanya itu contoh klasik yang rada nyambung :D . Nanti bakal ngerti sendiri

    kok kalo udah paham dua konsep sebelumnya. Inti Polimorpisme adalah objek yang kita

    gunakan ini bisa berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi. Jadi kita gak perlu

    nulisin kode program panjang-panjang.

    Make a Comment

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

    Liked it here?
    Why not try sites on the blogroll...

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.